I've been really obsessed with this book name Feel The Fear And Do It Anyway by Susan Jeffers. Thanks to a friend who sent me this book! As it's been a totally life changing book, I always have something to learn on each chapter. And one thing I'd like to share with you today.. from the book.. is about power. 💗 When it comes to fear, it's never been the fear that limits people from attaining the kind of life they long for.. but the way they hold their fear that does it. As there are two types of people. 1) who feel the fear and stop; 2) who feel the fear and do it anyway. Here we can see that fear has never been the problem. Next question, when other people are capable to hold their fear gracefully, why do some people don't? The answer relies on where they place their power. Regarding to Feel The Fear And Do It Anyway , people hold fear by two ways. The first one is by the state of pain , and the second one is by the state of power . These two are totally in rev...
Halo, semuanya! Pemandangan siang hari ini sangat cerah bila kulihat dari balik jendela kamarku, membawa nuansa yang tepat untuk berbagi sebuah pemikiran di blog pribadi ini. Ditemani oleh Roxie, ikan cupang hitam merah kesayanganku, serta Hiroshi, kucing domestik jantan paling perhatian yang sekarang sedang tertidur di tepi kasur tidurku. 🐈🐟 Kemarin aku mendengarkan sebuah podcast dari Thirty Days of Lunch yang membawa Mbak Dee Lestari ke dalam obrolan mereka dengan topik ide . Untuk diriku yang lebih menyukai obrolan berbobot tanpa basa-basi, durasi podcast sepanjang 1 jam lebih itu ternyata membuahkan banyak insight! Mitos tentang konten panjang nan membosankan langsung tertepis begitu mendengar episode podcast tersebut. Lantas apa yang aku dapatkan dari perbincangan mereka itu? Satu yang paling aku ingat di dalam pikiran adalah istilah panci presto. Sebagai seorang penulis blog (ya, tentu saja aku berbicara tentang blog ini) aku sering mengalami writer's block , yang tidak ku...
Keberhasilan telah membuat banyak orang tersesat dalam lautan kesombongan. Merasa diri yang paling benar, baik, pintar, kaya sampai lupa bagaimana dirinya yang dulu sebelum mencapai keberhasilan saat ini. Memang betul hal tersebut kamu raih sebagai hasil dari kerja kerasmu, tetapi itu tak serta merta membuatmu dapat merendahkan orang lain, apalagi mereka yang di waktu tersulitmu ada untuk menolongmu. Begitu mudah untuk lupa, begitu mudah untuk menjatuhkan orang lain jika mata kita sudah tertutup dengan banyaknya yang kita miliki. Yang sebenarnya kita tahu itu bukan sesuatu yang abadi. Wajah rupawan, kekayaan melimpah, jabatan tinggi, dan segala hal lainnya merupakan harta duniawi. Sadarlah wajah akan mengkerut oleh usia, harta dapat habis, jabatan tak selamanya bisa diduduki. Lalu untuk apa kamu mengejar itu semua secara berlebihan? Menjadi tak pernah puas dan menganggap diri paling superior di antara manusia lainnya. Mungkin kamu belum pernah bertemu dengan seseo...
Komentar
Posting Komentar