Keberhasilan telah membuat banyak orang tersesat dalam lautan kesombongan. Merasa diri yang paling benar, baik, pintar, kaya sampai lupa bagaimana dirinya yang dulu sebelum mencapai keberhasilan saat ini. Memang betul hal tersebut kamu raih sebagai hasil dari kerja kerasmu, tetapi itu tak serta merta membuatmu dapat merendahkan orang lain, apalagi mereka yang di waktu tersulitmu ada untuk menolongmu. Begitu mudah untuk lupa, begitu mudah untuk menjatuhkan orang lain jika mata kita sudah tertutup dengan banyaknya yang kita miliki. Yang sebenarnya kita tahu itu bukan sesuatu yang abadi. Wajah rupawan, kekayaan melimpah, jabatan tinggi, dan segala hal lainnya merupakan harta duniawi. Sadarlah wajah akan mengkerut oleh usia, harta dapat habis, jabatan tak selamanya bisa diduduki. Lalu untuk apa kamu mengejar itu semua secara berlebihan? Menjadi tak pernah puas dan menganggap diri paling superior di antara manusia lainnya. Mungkin kamu belum pernah bertemu dengan seseo...
It's late on the midnight, she is there, sitting silently on a dunk chair of a minimarket. No one knows what she has been thinking for the rest fifteen minutes, but everyone definitely knows it is something that been bothering her for a while. She plays with her thoughts a lot, it's fun but trust her not always. Just like tonight, she wished somebody would sit next to her, so everything won't feel this empty. Loneliness is common problem of people these days. It's the state of mind, rather than the state of environment. If not, then you might not find people go to a club at 9 pm 'til 3 am in the morning to shut the voice off their head. If not, then you might not find people work their ass off 'til they get sick, trying to forget their personal problems whose actually make them broken. If not, then you might not find people going nowhere but home, just like what she does. Ah , hey , what does home even mean?? She chuckled. She knows people been talking about thi...
Udara dingin yang menusuk di atas gunung, tidak lagi mematikan tulang karena semuanya pantas untuk kupandang dari sini. Aku terdiam menatap matahari yang tenggelam pada lipatan langit, pendar oranye yang sempurna. Tubuh ini terduduk di antara hamparan rumput liar yang lembab terbungkus embun, gerimis turun beberapa waktu lalu. Dan aku di sini menyiksa diriku dengan suhu yang sangat mungkin memicu hipotermia karena tubuh yang hanya berbalut kardigan tipis berwarna mocha . Haha, tentu saja tidak—tapi aku juga tidak peduli bila itu terjadi. Bukankah kita harus menemukan sedikit keindahan dalam hidup? Misalnya, dengan menyaksikan sunset thing ini yang ternyata banyak membantu dalam mencegahku untuk melompat dari tumpukan batu terjal di atas sini dan berakhir menjadi risoles berbalut kerikil renyah. Aku berdecak dengan pemikiran itu. Itulah yang terjadi kalau kau berkelana sendirian—ke gunung untuk menenangkan diri, jadi saranku bawalah seseorang. Sial, semuanya jelas sekarang. Aku me...
Komentar
Posting Komentar