Postingan

Kue Cokelat Beraroma Natal

Tuva tersenyum begitu bunyi pemanggang berdenting, segera dikeluarkan kue cokelat yang sudah matang itu. Dengan hati-hati dia letakkan nampan di atas meja yang tepat menghadap jalan. Salju turun dengan lebatnya sejak malam Natal dimulai, tapi tak lantas melunturkan semangat orang-orang untuk pergi ke Gereja. Berbalutkan mantel tebal juga penutup kepala, mereka beramai-ramai menjejak salju putih kota Oslo. Tadinya Tuva sempat menelpon Asgrim, kekasihnya yang berada di Tromso, berharap mereka bisa menghabisakan waktu sehari saja bersama, tetapi nyatanya di saat libur Natal pun pekerjaan masih saja menahannya. Walaupun begitu Tuva senang karena mereka masih sempat berbincang melalui panggilan video. Asalkan dapat melihatnya, Tuva sudah senang. Kini kue-kue kering itu sudah berpindah tempat ke dalam toples kaca yang disiapkannya, selanjutnya Tuva bergabung dalam godaan kehangatan yang ditawarkan sofa dan perapian rumahnya. Suasana yang selalu mengingatkannya pada kampung halamannya. Tiap N...

Intent Listening

Gambar
"We don't learn from talking; we learn from listening." That's what the results showed when I typed the key 'listening' on our most popular search engine. And my eyes were instantly saying, "It's easy," but the fact when it comes to practice, our brain finds it troublesome to do. Listening means you take notice of and act on what someone says; respond to advice or a request (Oxford Languages). But when there are friends, loved ones, or just stranger who try to tell us a story about how bad their day was, did we listen? Or we just want to cut it off right away in the middle in order to share our own story? Well, that question will be answered with the research from Lederman (1977) says that although adults spend about 42 percent of their time in listening activities, and children spend about 58 percent of the time in the same activity. It goes without saying that listening intently to a person is one of the most important issues facing us today. T...

Perjalanan Menemukan Diri Sendiri

Bila orang mengatakan bahwa mengenal orang lain itu sulit.. biar kuberi tahu apa yang lebih sulit dari itu, "mengenali diri sendiri". Mengenal orang lain terasa lebih mudah sebab kita dapat bertanya langsung untuk mengetahui apa yang disukai atau apa yang tidak disukai oleh orang tersebut, tetapi diri sendiri? Bila kita pun tidak tahu apa kesukaan atau ketidaksukaan kita, lantas hendak bertanya pada siapa? Hidup kita tentu tidak dimonitor selama 24 jam oleh seseorang. Kemampuan untuk mengenali diri sendiri adalah satu kemampuan yang harus dimiliki semua orang yang berguna untuk mengenali arah kehidupan pribadi masing-masing. Namun, tidak semua orang ahli dalam melakukannya karena beberapa dari kita mungkin telah kehilangan diri sendiri sejak lama. Ingin pergi ke satu tempat, membeli suatu barang, memilih jurusan kuliah, sampai keputusan penting seperti memilih profesi telah kita serahkan pada orang lain. Kita tidak bisa melakukannya secara mandiri tanpa bantuan orang lain. Al...

Right Person

Gambar
Pernah mendengar cerita ketakutan akan komitmen di sekitarmu? Mulai dari yang tinggal serumah tapi bukan suami istri, teman dekat tapi mesra, atau yang bertahun-tahun pacaran tapi ga ujung diajak nikah? Hah, cerita nyata semacam itu banyaaaakk kalau harus disebutin satu-persatu. Namun, sebenarnya kenapa sih orang-orang takut dengan komitmen? Ada apa dengan komitmen ini? Begini.. Dari pengalaman yang aku dapet sebagai observer sosial (tidak tersetifikasi) dan juga pembaca buku-buku psikologi, ketakukan akan komitmen bisa disebabkan oleh banyak hal, tetapi yang pasti ada hubungannya sama masa lalu. Pengalaman pahit, trauma masa kecil, penolakan, diabaikan.. semua hal itu pasti jadi pemicu terbentuknya pikiran kita yang takut akan komitmen.  (kalau kamu penasaran tentang topik ini, mungkin kamu bisa mulai mencari tahu tentang PTSD dan  inner child) Gara-gara pengalaman tidak mengenakkan di masa lalu, kita malah tidak berani membuka diri dengan yang baru. Udah deh, sendiri saja, l...

Semuanya Akan Baik Saja

Gambar
Memikirkan tentang masa depan dapat membawa kekhawatiran untuk kita, tentang dapatkah kita menjalaninya di depan sana.. bagaimana.. Seringkali terjebak dalam pikiran sendiri akan ketidakpastian itu, setiap hari menghantui kita tanpa henti. Namun, apakah kita sadar bahwa apa yang akan terjadi berada di luar kuasa kita? Lantas mengapa masih berada pada lingkaran kekhawatiran yang sama? Banyak waktu telah terbuang dalam kekhawatiran tanpa alasan. Kekhawatiran yang datang karena kita ingin membuat semuanya berada pada kontrol kita, agar terjadi sesuai dengan yang kita rencanakan. Akan tetapi, tidak semua yang kita inginkan dapat kita miliki, juga tidak semua yang kita takutkan akan terjadi. Kalau begitu maukah kita menjadi pribadi yang lebih tenang? Bernapaslah dengan teratur dan tinggalkan apa yang membebani kita saat ini di belakang. Lepaskanlah ketegangan yang mengikat pikiran kita. Berjalanlah layaknya kita mengapung di udara. Dan katakan pada diri kita, bahwa semuanya akan baik-baik s...

Penawar Hati

Gambar
Berada di keramaian terasa seperti membuka tutup kaleng soda favoritmu, ada sorakan kelegaan yang berlarian keluar. Dan menatap anak-anak berlarian juga pasangan yang saling rangkul entah bagaimana mampu menumbuhkan ladang penuh edelweis pada tanah gersang. Tiap sore dia akan pergi kesini untuk sekedar duduk dan memerhatikan dunia. Di taman kota yang tak seberapa luas, tapi sanggup memberi pengertian yang luas tentang bagaimana hidup ini berjalan, di dunia yang tak hanya memiliki satu poros. Ada banyak poros, sebab ada banyak dunia. Bisa melihatnya di mata orang-orang itu, bagaimana mereka menatap satu sama lain layaknya menatap dunianya pasti sangat membahagiakan, untuk memiliki seseorang itu. Bagaimanapun hidup cukup berbaik hati padanya untuk sekedar memperlihatkan wujud kebahagiaan itu melalui orang lain. Dia lebih dari pada gembira untuk menyaksikan pertunjukkan kebahagiaan itu. Meski mungkin mereka pikir kebahagiaan adalah suatu hal rentan untuk dihancurkan, sehingga baiknya disi...

Berani Untuk Merasa

Gambar
Banyak rasa datang dalam hidup kita, senang, sedih, kecewa, bahagia. Perasaan yang menyenangkan seketika ingin kita genggam selalu, tapi akhirnya justru pergi tanpa kita minta. Sedangkan perasaan sedih yang ingin kita lepask segera, justru bertahan lebih lama dari yang diminta. Semakin lama hati kita telah lelah dengan berbagai perasaan yang hadir dan menghilang. Kita tak ingin lagi merasa, entah itu perasaan menyenangkan ataupun menyedihkan. Entah bagaimana kita jadi  memilih untuk hidup tanpa perasaan. Sebab terlalu banyak angan kita terjatuh ketika berharap pada datangnya bahagia, terlalu banyak harapan kita terjatuh pada kubangan kesedihan. Hampa.. hari-hari semakin hampa karena kita memutuskan untuk menjadi hampa. Kita tidak mau kebahagiaan membutakan mata, pun kesedihan menenggelamkan jiwa. Namun, apa ini? Kenapa kekosongan masih saja penuh di rongga dada? Kita menutup mata pada kesempatan yang datang, sebab ketakutan telah menelan perasaan kita bulat-bulat. Kita menjadi diam...