Postingan

Simfoni Sepi di Malam Purnama

Kunyalakan lentera di sudut jendela kamar ini, nyalanya yang kecil cukup untuk menemani malam yang hampa. Lalu kususutkan tubuh ringkih ini di atas ranjang lembut yang menjadi dambaan semua orang, merasakan dingin yang menusuk tulang di bulan Januari. Suara derik jangkrik kian terdengar melalui jendela kamar yang terbuka lebar. Apakah mereka sedang menyapaku yang lagi-lagi sendiri setelah sekian purnama? Angin memainkan rerumputan kering yang kian tinggi, membuat pandanganku beralih pada kebun utama rumah kita. Bunga mawar putih yang dulu tumbuh indah sudah hilang sepenuhnya, tenggelam dalam lautan ilalang dan semak belukar. Sama seperti hatiku yang kau tinggalkan begitu melempar janji pernikahan. Apakah kau tahu, Adam? Masa yang paling sulit dalam merawat tumbuhan cantik seperti mawar adalah ketika bunga tersebut mulai bermekaran. Kau tak bisa lengah dan mendiamkannya di sana, kau harus memutuskan akan kau gunakan sebagai apa bunga itu. Bunga itu bisa mati karena menunggumu. Aku adala...

The River by AURORA

[Verse 1] Hold your hands up to your chest And tell me what you find Out of you, a sparrow comes And sees without its eyes [Pre-chorus] Don't forget who you are even though you are hurt You are caught in a wire and soon it will burst [Chorus] You can cry, drinking your eyes Do you miss the sadness when it is gone? (gone) And you let the river run wild (gone) And you let the river run wild [Verse 2] I'm a shadow, I am cold And now I seek for warmth Stitch your skin onto my skin And we won't be alone [Pre-chorus] Don't forget who you are even though you're in need Like a bird in the night, your emotions deserves to be freed [Back to chorus] [Bridge] You can cry, you can cry, you can cry To where the ocean is bigger Become a part of the river, ah You can cry, you can cry, you can cry Can you let the river run wild? [Chorus] You can cry, drinking your eyes ( You can cry, you can cry, you can cry ) Do you miss the sadness when it is gone? (gone) ( You can cry, you can cr...

Kalau Kamu Jatuh Cinta

Apa kamu tahu hal yang paling menarik dari jatuh cinta? Dia bisa mengubah hidupmu sejauh tiga ratus enam puluh derajat. Ya, sebanyak itu, sebesar itu, dan seluas itu areanya. Tidak percaya? Kemarilah dan dengarkan. Kalau kamu jatuh cinta... Kamu yang tadinya tidak memperhatikan penampilan, mendadak bisa menjadi orang yang paling rumit tentang apa yang kamu kenakan. Yang sebelumnya memakai bedak bayi untuk wajahmu, deodorant sebagai parfum, sekarang justru membeli berbagai produk kecantikan. Semata-mata agar wajahmu menjadi cerah dan harum tubuhmu kian semerbak. Kalau kamu jatuh cinta... Lagu-lagu cinta akan kamu temui dimanapun kamu berada. Entah itu di minimarket, pasar malam, sampai pada musik pengiring odong-odong.. semuanya sudah terdengar seperti alunan indah yang membawa khayalan romantismu dengan dia. Kalau kamu jatuh cinta... Kamu pun punya kebiasaan baru, yaitu mencari tahu apapun yang dia suka. Berita otomotif, game terbaru, sampai pertandingan tim sepak bola favoritnya kamu ...

Hati dalam Kotak Kaca

Ada yang kusimpan begitu rapat, hati dalam kotak kaca. Hati yang terlalu sering jatuh, seringkali patah sampai kau harus menyimpannya di sana. Retakan tak hilang dari permukaan atau pun isinya, sisa-sisa kehilangan membekas disana. Kusimpan dia dalam kotak kaca dengan kunci yang sudah hilang, agar tak perlu lagi dia bertingkah bodoh. Agar tak berdebar lagi dia pada rasa yang kelak menghancurkannya seperti serpihan kaca. Begitu takutnya aku akan cinta, sebab yang sudah-sudah hanya satu yang jatuh cinta. Berjuang sendiri dalam permainan berpasangan, tentu tidak akan berhasil. Aku semakin bertanya-tanya bagaimana rasanya menjadi pilihan diantara banyak pilihan. Merasakan seseorang ingin bertahan dan berjuang untuk dapat bersamamu, akankah itu nyata atau tetap jadi ilusi? Aku tak mampu membayangkannya, sebab rasa itu terlalu besar bila ditampung. Namun, kau tahu.. hati ini berontak keras ingin berlari bersamamu. Aku pikir sebentar lagi dia akan menjadi gila. Apa yang harus aku ...

Angan Tak Sampai

Quena memutar-mutar pulpen di antara ibu jari dan telunjuknya, pikirannya sungguh tak berada di tempat ini. Koleganya yang sibuk berbincang—sebab ini jam istirahat, tak membuatnya bergerak sedikitpun dari meja kerjanya. Mengejar dead line, itu yang dia katakan pada semuanya, agar tiada yang mengganggunya. Wanita itu terdiam, sesekali tertawa-tawa kecil, begitu melihat tangannya justru menggambar rupa benda melingkar dengan berlian kecil pada intinya. Cincin pernikahan. Quena pikir itu menjadi hal yang paling diinginkan oleh wanita seusianya, membangun sebuah keluarga bersama orang yang kau cintai. Tangannya terhenti, entah mengapa kata cinta sangat mengiris hatinya. Adam, bisiknya. Nama itu masih menjadi nama yang paling membekas dalam hatinya, tidak mungkin tidak. Pikirkan saja, sepuluh tahun bukan waktu yang sedikit. Waktu yang Quena habiskan bersama Adam, yang dulunya selalu menjadi memori bahagia, kini justru berubah jadi memori pahit yang harus dilenyapkan secepatnya. Tidak, Quena...

Mentari Malam

Udara dingin yang menusuk di atas gunung, tidak lagi mematikan tulang karena semuanya pantas untuk kupandang dari sini. Aku terdiam menatap matahari yang tenggelam pada lipatan langit, pendar oranye yang sempurna. Tubuh ini terduduk di antara hamparan rumput liar yang lembab terbungkus embun, gerimis turun beberapa waktu lalu. Dan aku di sini menyiksa diriku dengan suhu yang sangat mungkin memicu hipotermia karena tubuh yang hanya berbalut kardigan tipis berwarna mocha . Haha, tentu saja tidak—tapi aku juga tidak peduli bila itu terjadi.  Bukankah kita harus menemukan sedikit keindahan dalam hidup? Misalnya, dengan menyaksikan sunset thing ini yang ternyata banyak membantu dalam mencegahku untuk melompat dari tumpukan batu terjal di atas sini dan berakhir menjadi risoles berbalut kerikil renyah. Aku berdecak dengan pemikiran itu. Itulah yang terjadi kalau kau berkelana sendirian—ke gunung untuk menenangkan diri, jadi saranku bawalah seseorang. Sial, semuanya jelas sekarang. Aku me...

Jauh

Kuingin pergi jauh Ke arah yang berbeda Merambat pada dinding-dinding kota Menggantung di angkasa Seperti terang t'lah tanggal Bersama gelap yang menyantap Segala harap yang sirna Biarkan menuju kekal