Postingan

Tuhan Pegang Kendali

Hai, semuanyaa.. apa kabar? Aku harap kabar kalian baik-baik saja ya, sehat selalu dan senantiasa diberkati Tuhan! Di dalam hidup ini.. apakah kalian pernah berpikir bahwa hidup kalian bisa berputar 180 derajat hanya dalam satu hari? Hal itu terjadi kepadaku pada 19 Oktober 2023. Di pagi hari aku masih mengisi hariku dengan canda tawa dari mama, kami mempunyai obrolan hangat yang panjang tentang firman Tuhan. Kami masih pergi untuk berkeliling kota di sore hari dan itu adalah waktu berkualitas yang sama berharganya seperti hari-hari kemarin yang kami lakukan. Namun, bagaimana bisa tawa dan senyum itu begitu cepat berubah menjadi tangis di malam hari? Mamaku terkena serangan strok. Masih tersimpan di kepalaku bagaimana mama dilarikan ke IGD pada malam hari, usai tubuhnya yang tiba-tiba mengalami kelumpuhan di sebelah kiri. Mama menangis dan meringis karena sekujur tubuhnya yang terasa begitu sakit. Pemeriksaan demi pemeriksaan dilakukan, hingga akhirnya kami sekeluarga mendapatkan hasil...

Harta yang Membawa Pada Kemenangan

Aku dan mama memiliki hubungan yang sangat dekat, kami sering sekali bertukar pikiran tentang apa yang ada di kepala maupun apa yang dirasakan di dalam hati. Meskipun kedekatan tersebut tidak membebaskan kami daripada perbedaan pendapat, namun bukankah itu adalah bagian dari sebuah hubungan? ๐Ÿ˜„ Di antara semua diskusi yang kami lakukan, tidak lepas daripada cerita tentang kedua orang tua mamaku. Secara pribadi kakek adalah orang yang sangat kukagumi. Kepribadiannya yang penuh warna, bijak, serta berjiwa petualang membuatnya selalu memiliki cerita yang siap dibagikan pada cucu-cucunya. Lain halnya dengan nenek yang sangat ayu  serta lebih banyak diam dalam kesehariannya. Aku bisa menghitung menggunakan jari tanganku seberapa sering kami bercakap-cakap dulu, sangat jarang sekali. Namun, mamaku justru mengagumi sikap nenek yang satu itu, yang katanya selalu bisa menenangkan kakek ketika emosinya lepas dan juga memiliki kesabaran yang tak ada habisnya.  Singkatnya nenek tidak pern...

Antara Panci Presto dan Sebuah Karya

Halo, semuanya! Pemandangan siang hari ini sangat cerah bila kulihat dari balik jendela kamarku, membawa nuansa yang tepat untuk berbagi sebuah pemikiran di blog pribadi ini. Ditemani oleh Roxie, ikan cupang hitam merah kesayanganku, serta Hiroshi, kucing domestik jantan paling perhatian yang sekarang sedang tertidur di tepi kasur tidurku. ๐Ÿˆ๐ŸŸ Kemarin aku mendengarkan sebuah podcast dari Thirty Days of Lunch yang membawa Mbak Dee Lestari ke dalam obrolan mereka dengan topik ide . Untuk diriku yang lebih menyukai obrolan berbobot tanpa basa-basi, durasi podcast sepanjang 1 jam lebih itu ternyata membuahkan banyak insight! Mitos tentang konten panjang nan membosankan langsung tertepis begitu mendengar episode podcast tersebut. Lantas apa yang aku dapatkan dari perbincangan mereka itu? Satu yang paling aku ingat di dalam pikiran adalah istilah panci presto. Sebagai seorang penulis blog (ya, tentu saja aku berbicara tentang blog ini) aku sering mengalami writer's block , yang tidak ku...

Enchanted by Taylor Swift

[Verse 1] There I was again tonight Forcing laughter, faking smiles" Same old tired, lonely place Walls of insincerity Shifting eyes and vacancy Vanished when I saw your face All I can say is it was enchanting to meet you [Verse 2] Your eyes whispered, "Have we met?" Across the room, your silhouette Starts to make its way to me The playful conversation starts Counter all your quick remarks Like passing notes in secrecy And it was enchanting to meet you All I can say is I was enchanted to meet you [Chorus] This night is sparklin', don't you let it go I'm wonderstruck, blushin' all the way home I'll spend forever wonderin' if you knew I was enchanted to meet you [Verse 3] The lingering question kept me up 2 AM, who do you love? I wonder 'til I'm wide awake And now, I'm pacing back and forth Wishing you were at my door I'd open up and you would say "Hey, it was enchanting to meet you" All I know is I was enchanted to meet yo...

Teruntuk Yang Terindah

Tanggal tiga yang kesekian kalinya sudah kulalui tanpa dirimu. Aku sungguh berharap yang terbaik untuk diri dan masa depanmu. Bagaimanapun meski kini raga kita berpisah ratusan kilometer jauhnya, kasih dan rinduku akan masih kukirimkan dengan tulus padamu. Walaupun bukan lewat pesan atau panggilan suara, melainkan kalimat doa.. aku harap sang Kuasa melindungi dirimu untukku. Apakah kamu tahu? Terkadang saat aku sedang berjalan, aku mengalihkan pandanganku untuk menatap awan dan langit biru yang bersinar cerah mengikutiku. Awan dan langit itu membawa ketenangan terhadap hatiku, bahwa kita masih bersama . Sinar mentari itu pun sangat hangat seperti pelukanmu yang melingkupi tubuhku. Semuanya mengingatkanku pada cakrawala yang sama di tempat-tempat kita berkeliling kota, pada Melbourne dan percakapan kecil nan renyah kita yang menghangatkan hati. Senyum hangatmu yang membuat hatiku berdebar dan semakin mencintaimu.  Rasa yang membahagiakan sekaligus sesak untuk diingat, sebab kini.. k...

Under The Chicken Noodles Stall

Hello, everybody~ In this post, I wanna recall a not so old story that I experienced months ago. I was still staying at my kost last semester, so going back to my hometown had become my regular activity every week. But sometimes, I would head to my home when there was a special agenda, it had not needed to be on the weekend tho. I once had this tiring week, I couldn't remember it clearly what I was doing, but it was definitely a hectic one. I felt likee snugglingggg with my bed until night so badllyy. However, I had to attend an important meeting, hence I drove to my home in slightly 1 hour 30 minutes๐Ÿ˜ซ Oh, tell me! Are you the kind of person who likes to have a comfort food when you're tired? If yes, then welcome to the gang๐Ÿ˜Œ ( hehe notice that I use visual emoji now? ). Back to my story, I reallyyy loveee having a comfort food when I find myself on the bottom of the ocean as it feels as strong as my dearest one is hugging me haha. I have my favourite one ya , it's chicke...

Jikalau Ini Adalah Mimpi

Tiba-tiba saja Rain kedatangan pertanyaan yang sudah meninggalkannya bertahun-tahun lamanya, " Jikalau bisa memilih akankah kamu hidup di dunia mimpi atau di dunia nyata? ". Rain masih ingat, bagaimana diri kecilnya menjawab dengan riang, " Tentu saja, dunia nyata! ". Saat itu dunia masih dipenuhi dengan balon warna-warni dan permen karet yang manis. Hingga Rain tidak mengerti mengapa orang-orang dewasa itu menertawakan jawabannya, seolah meledek dirinya yang naif. Sedangkan Rain saat itu, masih sangat terheran mengapa orang dewasa tidak ingin hidup di dunia nyata? Bukankah sekalipun mereka masuk ke dalam dunia mimpi, suatu saat mereka akan terbangun dan menyadari bahwa kebahagiaan yang mereka miliki tidaklah nyata? Rain rasa, ia baru mengerti sekarang. Kini matahari yang dulu sering ia pandang dengan senyuman juga mata yang berbinar, menjadi sangat ia benci kehadirannya.  Matahari itu menjadi sumber kesakitannya setiap hari. Bagaimana tidak? Jika itu hanya menginga...