Postingan

Melatih Disiplin Diri

Gambar
Salah satu permasalahan terbesar dalam melakukan sesuatu adalah bagaimana cara kita untuk bisa menyelesaikannya. Ya, menyelesaikannya. Hal itu tak semudah kedengarannya dan kadang kita tidak sadar kita adalah salah satu dari sekian orang yang tidak menyelesaikan sesuatu sampai final. Saat memiliki tugas sekolah untuk diselesaikan atau harus pergi olahraga, kita sering merasa malas atau malah terdistraksi dengan sosial media yang berujung menunda. Malas dan suka menunda-nunda perlu dibedakan. Malas adalah perasaan ketika kamu tidak ingin melakukan kegiatan apapun, sedangkan suka menunda-nunda terjadi karena ada hal yang lebih asyik untuk dilakukan daripada tugas kamu, ini berarti kamu menganggap tugasmu sulit untuk diselesaikan. Tetapi malas ataupun suka menunda pekerjaan, keduanya dapat menghambat kegiatanmu yang lainnya. Misalnya saja pada contoh nyata yang pernah aku alami. Pada waktu aku masih duduk di sekolah dasar aku termasuk orang yang suka datang saat matahari sudah...

Tahu Kapan Harus Berhenti

Gambar
Apa yang akan kamu pikirkan begitu mendengar kata berhenti? Di lingkungan kita kata berhenti diasosisasikan dengan suatu hal yang buruk, berhenti berarti menyerah, menyerah berarti kamu harus siap dicap sebagai pecundang di masyarakat. Gambaran itu muncul karena kita sering direcoki dengan kata "jangan menyerah", sampai lupa bahwa terkadang kita juga perlu berhenti. Jadi, apakah berhenti selalu seburuk itu? Untuk menjawabnya aku berikan sebuah contoh nyata dari anak guruku sewaktu SMA, orang tuanya ingin agar anaknya menjadi seorang perawat atau apapun yang didefinisikan oleh orang tua zaman dulu sebagai satu pekerjaan yang stabil. Keinginan orang tuanya berhasil membawanya masuk ke akademi keperawatan. Di awal tahun ajaran dia masih menjalaninya dengan tekun dan berharap mungkin dia bisa menemukan ketenangannya disana untuk menjalani apa yang orang tuanya inginkan. Tetapi di tahun selanjutnya kamu tidak akan menyangkan bahwa dia telah diam-diam mengambil kuliah bah...

Negative Pride

Gambar
Keberhasilan telah membuat banyak orang tersesat dalam lautan kesombongan. Merasa diri yang paling benar, baik, pintar, kaya sampai lupa bagaimana dirinya yang dulu sebelum mencapai keberhasilan saat ini. Memang betul hal tersebut kamu raih sebagai hasil dari kerja kerasmu, tetapi itu tak serta merta membuatmu dapat merendahkan orang lain, apalagi mereka yang di waktu tersulitmu ada untuk menolongmu. Begitu mudah untuk lupa, begitu mudah untuk menjatuhkan orang lain jika mata kita sudah tertutup dengan banyaknya yang kita miliki. Yang sebenarnya kita tahu itu bukan sesuatu yang abadi. Wajah rupawan, kekayaan melimpah, jabatan tinggi, dan segala hal lainnya merupakan harta duniawi. Sadarlah wajah akan mengkerut oleh usia, harta dapat habis, jabatan tak selamanya bisa diduduki. Lalu untuk apa kamu mengejar itu semua secara berlebihan? Menjadi tak pernah puas dan menganggap diri paling superior di antara manusia lainnya. Mungkin kamu belum pernah bertemu dengan seseo...

Pulang ke Rumah

Gambar
Orang-orang bingung melihat tingkahnya, mengapa dia tak pernah berucap sapa pada siapa yang lewat atau bahkan duduk di hadapannya. Mulutnya terkunci rapat. Rembulan cokelat muda itu menatap kosong di seberang ketinggian, kakinya menjuntai-juntai di sisi jembatan. Apakah yang akan berubah jika dia berbicara? Dia tak melihat terang dalam pemikirannya. Raga itu telah menelan bulat-bulat kunci pada bibirnya sejak lampau. Yang mereka tahu anak itu hanya seorang pecundang yang diam akan hidupnya. Meski mereka tak tahu bagaimana dia tengah berlari kencang dari bayang-bayang yang gemar mengganggu tidur malamnya. Hanya saja kadang dia kelelahan untuk terus berlari, sehingga dia harus menepi disini, duduk sendirian di bawah pendaran lampu petromak setiap malam. Dingin angin malam dan kehijauan yang perlahan menghitam adalah obat penangkalnya. Semuanya begitu egois, termasuk dirinya sendiri. Kini dia mengerti bagaimana sulitnya memahami keadaan seseorang. Namun, terkadang it...

Laut

Gambar
Lautan itu berisikan berbagai macam yang bernyawa. Segala makhluk hidup berkumpul di bawah sana, akan tetapi mereka tidak menyadari keberadaanku yang tengah melayang di air yang sama. Mampu berenang tak serta menjadikanku bagian dari seluruh komponen laut itu karena di situ bukanlah tempatku. Kemana aku harus melangkah, petunjuk pun belum kutemukan. Lalu kulihat sebuah bayangan menutupi mentari, sinarnya meredup di mataku, menyatu dengan kebiruan yang kelam. Ada tangan yang terjulur menggapaiku, menaikkanku ke atas perahu layar yang lebar. Ajaib! Rupanya inilah yang selama ini aku cari. Sebuah tempat yang menerimaku, sebuah tempat untuk menapak, dimanapun asalkan tidak sendirian. Di atas kapal ini, kutemukan beberapa insan sepertiku. Berpijak yang sebelumnya kuanggap asing, ternyata tidak buruk juga. Insan yang sama denganku, menghirup angin segar lautan. Insan yang berbicara pada isyarat yang kumengerti. Kutolehkan lagi penglihatan pada gelombang tenang itu, di sanalah tempat lahirk...

Sang Dewa

Gambar
Kamu adalah badai yang menerpa hidupku Dengan kekuatanmu, kau memporak-porandakan segalanya Hatiku yang kau miliki, kau genggam kuat Membuatku sesak menginginkan lebih Hancurkan aku, hancurkan saja! Akan kuberikan segala rasa, tubuh, dan jiwa ini Cecaplah dan remukkan! Sampai kau sadar segala pengorbanan Hingga jadi serpihan, kau tetap yang kupuja Walau matahari sirna sekalipun Dan alam meneriakkanku untuk pergi Kau akan tetap jadi kesakitan yang kunikmati Kau, sang dewa Bali, 31 Januari 2020 . . Sumber gambar : Pinterest

Jatuh Cinta

Gambar
Terbangun kala mentari mengintip di celah gorden kamarku, duniaku berputar seperti orang pusing. Namun, aneh, yang ini tidak memberikan efek sakit sama sekali, tubuhku justru seperti habis mengonsumsi heroin. Malah, ada rasa menggelitik di perutku. Mungkin karena kamu. Aneh, sangat aneh. Aku jadi melamun. Semenjak hadirmu, hari yang tadinya ingin selalu kulalui dengan cepat, kini ingin kugenggam agar bisa lebih lama bersamamu. Duduk berdua dalam kereta sambil mendengarkan lagu indie kesukaanmu, aku tak mau beranjak. Meski selera lagu kamu dan aku berbeda, aku tetap duduk mendengarkan. Padahal aku tidak perlu repot-repot mendengarkan, bisa saja mengambil ponsel dan mendengarkan lagu upbeat favoritku. Namun, aku di sana. Keanehan pertama. Jatuh cinta itu juga membuatku berubah, denganmu aku bisa menjadi orang yang terbuka. Aku tak segan menjadi diriku sendiri, bersifat layaknya anak kecil, sisi manis diriku yang jarang terlihat. Bersamamu, semua pahit yang tadinya kusimpan sendiri, ...